Knowledge Management adalah satu subjek dalam dunia Sistem Informasi yang saat ini berkembang sangat pesat dan seringkali dibicarakan dalam berbagai forum ilmiah. Bahkan, Knowledge Management dikatakan sebagai salah satu pilar utama dalam membangun sistem informasi di suatu perusahaan –yaitu selain Customer Relationship Management, Supply Chain Management, dan Enterprise Resource Planning.

Hal yang mendasari hal ini, tak lain adalah perlunya perusahaan untuk mengelola pengetahuan, sebagai salah satu aset tak-kasat-mata (intangible) yang krusial. Meskipun pengetahuan tidak dapat dengan mudah dikuantifikasi, namun tak dapat dipungkiri bahwa pengetahuan merupakan aset yang dapat membedakan individu yang satu dengan individu yang lain di perusahaan, dan lebih lanjut membedakan kompetensi satu organisasi yang satu dengan yang lainnya.

Perusahaan dikatakan tidak dapat berkembang secara optimal jika mereka tidak mempunyai strategi untuk mengelola dan menggunakan pengetahuan secara optimal dari aset intelektual yang mereka miliki. Dan karena pentingnya hal tersebut, berbagai macam teori seputar Knowledge Management telah diusulkan dalam rangka memberikan gambaran mengenai cara mengelola pengetahuan tersebut, mulai dari siklus hidup suatu pengetahuan, kerangka kerja pengelolaan pengetahuan, hingga strategi cara membangun sistem yang dapat digunakan untuk membangun budaya berbagi pengetahuan di perusahaan.

Namun hingga saat ini, bentuk dan cara pengelolaan Knowledge Management di perusahaan sangat beragam bentuknya. Aplikasi yang berhubungan dengan Knowledge Management saat ini pun dapat berbeda-beda, mulai dari aplikasi konferensi multimedia yang mengedepankan proses community learning dan pembudayaan berbagi pengetahuan, kemudian HelpDesk sistem yang sistematis dalam pendayagunaan knowledge yang ada dalam penyelesaian suatu masalah, portal e-Learning sebagai sarana pembelajaran mandiri, hingga portal Corporate Knowledge Management yang dapat diakses seluruh karyawan dan bertujuan mengumpulkan semua pengetahuan yang ada dalam perusahaan tersebut.

Apapun bentuknya, satu hal yang seragam dan ditemukan di segala macam aplikasi Knowledge Management di atas, adalah adanya kemampuan yang memungkinkan para penggunanya untuk berbagi pengetahuan yang ada, serta menyimpan pengetahuan tersebut sehingga dapat digunakan kembali saat dibutuhkan.

Satu definisi Knowledge Management yang cukup jelas adalah sebagai berikut:

“Knowledge Management can be thought of as the deliberate design of processes, tools, structures, etc. with the intent to increase, renew, share, or improve the use of knowledge represented in any of the three elements [Structural, Human and Social] of intellectual capital.”

Knowledge Management dapat dianggap sebagai perancangan yang secara sadar dilakukan terhadap proses, peralatan, struktur, dll. dengan tujuan untuk meningkatkan, memperbarui, membagi, atau memperbaiki penggunaan pengetahuan yang direpresentasikan dalam 3 elemen [struktural, manusia, dan sosial] dari kekayaan intelektual”.

Setelah mengenali pentingnya pengelolaan pengetahuan dalam perusahaan, langkah berikutnya adalah melakukan inisiasi pengembangan Knowledge Management di perusahaan tersebut. Berbagai macam teori dan model Knowledge Management sistem yang dinilai efektif telah banyak diusulkan dan juga akan dipaparkan lebih lanjut dalam jurnal ini. Namun, hal yang belum banyak berkembang adalah mengenai cara pengukuran hasil implementasi Knowledge Management di suatu perusahaan.

 

Refrensi

Andone, Ioan I. (2009). “Measuring the Performance of Corporate Knowledge Management System”. Informatica Economicá.

Alavi, M. & Leidner, D. (2001). “Knowledge management and knowledge management systems: conceptual foundations and research issues”. MIS Quarterly, 25(1): 107-136.

Sharing is caring!

Apa itu Knowledge Management ?
Ditag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *