(Tactic Mencari Celah Pasar Frozen Food UKM)
By Yuyun Anwar
praktisi kuliner pangan dan consultant tehnologi pangan praktis
IG yuyun_anwar
fb yuyun_anwar

Sebenarnya saya kurang merasa beruntung terlambat memahami dunia tehnologi yang tiba tiba saja berkembangnya luar biasa bahkan cenderung di luar kendali. Lahir dan besar di bisnis frozen food yang menikmati jaman keemasan bahwa exportir frozenfood terutama fishery and shrimp adalah pahlawan devisa yang di gadang gadang. Seolah bisnis pembekuan/coldstorage sebut saja waktu itu adalah ukuran prestise yang luar biasa.

Expor, dulu bangga luar biasa ,apalagi sebagai punggawa yang mengawang produk olahan yang dinilai high risk bisa tembus eropa, bisa melawan amerika atau jangan jauh jauh ke hongkong,seolah perusahaan tersebut keren luar biasa. Terlahir dari generasi yang memuja Kendali Mutu atau quality manajemen system yang terus terang banyak lahir karena tuntutan buyer luar neger, even sebenarnya itu adalah soft barrier trade. dilanjutkan tahun 90 an pasca era Re engineering pun dimana masih sempat terpesona dan terpana dengan manajemen yang waktu itu keren habis untuk membuat perusahaan jauh lebih efisien.

Patuh pada regulasi, ukuran performa :semakin memenuhi regulasi semakin terlihat prestasinya. Ya siapa sih tidak bangga menyandang aneka sertifikasi bahkan sertifikasi yang kadang meng ada ada hanya tujuan nya untuk membatasi efisiesi. Saya bukan anti sertifikasi,bahkan saya sangat menjunjung tinggi sertifikasi untuk mengikat komitmen dan konsistensi manajerial. Tapi so far, waktu itu usaha semakin besar semakin rumit. proses pengambila dan prediksi pasar waktu itu bisa direncanakan .

di tahun itu saya mengawal produksi expor value added produk ke beberapa negara eropa, jepang dan amerika. Ya, konsep value added adalah menambah nilai produk waste sehingga memiliki nilai jual tinggi. Udang yang patah patah diolah menjadi udang tepung atau lumpia beku sehingga punya nilai jual lebih,ikan yang hancur patah diolah menjadi aneka olahan yang punya nilai lebih.

Pasar frozen food Indonesia waktu itu sudah dibanjiri dengan sosis (yang harus warna merah), nuget dan bakso yang mulai disosialisai dengan istilah frozen food. Tiga penguasa frozen food yang sampai sekarang juga menjadi produsen terbesar aneka olahan tersebut memang mati matian mengenalkan frozen food ke indonesia. Faktanya Indonesia memang sangat terlambat sekali mengenal pembekuan sebagai pengawetan , kalah jauh dari amerika dan negara negara lain.

di kala orang antipati dengan produk yang ada es dengan alibi tidak masuk akal produk sisa kemarin atau terkesan tidak fresh. Sangat luar biasa penolakannya. Padahal banyak keunggulan frozen food yang sebenarnya malah menjadikan frozen food lebih unggul dari pada produk kering semacam mie intstan (hmmm waktu itu indomie merubah mindset semua orang), lebih bagus dibanding produk kaleng apalagi produk dengan cara awet tradisional lainnya.

Barier utama usaha frozen food adalah mesin beku dan pembekuan yang bernilai milyardan. Sehingga tidak ada keberanian dari UKM atau para startup yang untuk melakukan terobosan untuk menentang arus tersebut. Walhasil pemain frozen food hanya itu ke itu saja.

Paradok itu terjadi ketika tahu 2012 an ketika muncul UKM yang melakukan perlawanan head to head untuk mendapatkan regulasi MD . Dimana kategori pangan yang diolah diangga high risk sehingga harus memiliki fasilitas yang berlebih.

Di tahun itu sampai saat ini kalau menurut saya itulah kebangkitan bisnis frozen food UKM dengan munculnya para startup bisnis frozen food yang tidak bisa lagi dihitung dengan jari. Era dimana permintaan pasar frozen food semakin besar ditengah galaunya ijin edar. Ah ….saya tidak bahas ijin itu lagi, karena disrupsi di bisnis frozen food justure terjadi disitu . Di tengah perketatan ijin saat itu juga usaha berkembang luar biasa.

yuyun anwar, [29.03.18 06:59]
yuyun anwar, [29.03.18 01:09]
Saya heran dengan gerakan para startup bisnis UKM frozen yang di luar dugaan, kemampuan membaca pasar dengan bergerak di dunia maya membuat mereka bisa eksis tanpa fasilitas memadai dan bahkan bisa menghindari regulasi. Luar biasa , yang tidak akan pernah terjadi di era tahu n 2000 an tanpa regulasi tak akan ada launchng produk.

Saya Menyebutnya Inovasi Disrupsi di Pasar Frozen Food karena ciri ciri pertama, adanya DRAMATICALLY INOVATION dimana rantai penyebaran produk frozen food tidak lagi harus melalui chanel distribusi dari distributor ke agen satu agen 2 sampai konsumen dengan rantai panjang sehingga lama dengan alasan RANTAI DINGIN. Distributor yang dulunya adalah KING yang menentukan loe laku atau tidak sudah mulai luntur perannya. Bahkan konsumen pun sekarang bisa menjadi mata rantai dari produksi sampai penjualannya. Muncul dropshipper, muncul agen langsung bahkan lewat dunia maya produsen langsnung bertemu dengan pengguna langsung. Berapa tahap sudah terpangkas habis. Jalur penyebaran jadi super cepat. Kedua NEW MARKET , ya pasar frozen food yang ada sekarang bisa jadi new category market dimana para penguasa era dulu dengan fasilitas frozen foodnya tidak mampu lagi mengimbangi. Mereka,para startup frozen dengan produk yang makin variatif dan makin canggih mencari celah kategori produk baru di luar dugaa. Saat risoles tiba tiba menjadi produk frozen food, atau bahkan cireng dan cilokpun mulai merambah kesana,dimana dengan fasilitas mesin dan segmentasi pasar sulit terjamah oleh penguasa industry masa lalu. Ketiga LINGKUNGAN YANG SANGAT DINAMIS, dimana pasar dipenuhi ketidak pastian sehingga para start up tersebut dengan pengambilan keputuasn cepat dia bisa merubah dirinya bahkan jika mungkin menghancurkan diri untuk menjadi yang baru. sekarang banyak bermunculan aneka varian produk baru yang dulunya tidak pernah terbayangkan, rendang beku, ayam ungkep, sayuran beku bahkan bubur bayi pun beku. Mereka bisa melompat dengan cepat dan ringan karena beban investasi misalnya. Ok hari ini saya mati tapi bisa jadi akan berubah segmen pasar atau bahkan new variasi. Gerakanna luar biasa cepat. Ini akan suli dilakukan di perusahaan besar yang harus meeting berhari hari hanya untuk mengganti produk. Keempat, METODE Pemasaran dan produskinya saling mensejahterahkan pelaku pasar. Jika dahulu yang sejahterah hanya tokai tokai pemilik lapak, sekarang para emak emak pun dengan bergabung jadi agen langsung mendapatkan keuntungan tanpa di potong oleh distributor besar.

Kelima,MENEMBUS REGULASI, regulasi MD dengan syarat yang ketat yang membuat para UKM ini tidak bisa bersaing dengan para konglomerasi frozen food, ternyata dengan perubahan yang menjadikan para pemain itu tidak lagi relevan untuk dijadikan kompetitor. Seolah mereka hidup di dunia masih masing, padahal PASAR nya SALING DICURI tanpa tahu siapa pesaing kita sesungguhnya. Perusahaan besar dengan kapasitas sekian ratus ton sosis merah tiba tiba lunglai tanpa tahu kenapa penjualan menurun. Sebenarnya saat ini tidak ada pasar yang berkembang pesat yang adalah adalah para pemain baru mencuri perhatian konsumen untuk mengalihkan konsumsi. Jadi sekarang saatnya UKM dan start up memantaskan diri untuk segera mengambil peran di pasar frozen food, ketika pasar yang penuh ketidak pastian dan haus dipenuhi ada di depan mata. Ketika usaha kecil dengan kemampuan bergerak cepat akan mendisrupsi persaingan jadi tidak relevan dan tidak head to head lagi. Dan jawabannya cuma satu tehnologi informasi dengan Internet yang merubah peta usaha menjadi begitu cepat berubah . Anda setuju dengan saya haloo pemain frozen food ???

Sharing is caring!

Membaca Inovasi Pasar Fozen Food, Ketika Usaha Kecil Pun Menjadi Musuh Tersembunyi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *