Pada setiap tanggal 1 Desember merupakan hari yang diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.  Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia ini, Kemenkes RI melakukan kampanye salah satunya adalah mengadakan kegiatan temu blogger kesehatan yang diselenggarakan pada tanggal 4 Desember 2017, di Palembang.
Lewat acara tersebut saya bersyukur sekali mendapat pengetahuan dari sumbernya langsung yaitu tentang penyakit AIDS


Penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome ) merupakan kumpulan gejala-gejala yang timbul karena kurangnya daya imun yang disebabkan oleh infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) . Virus ini dapat memperlemah daya imun manusia.

Menurut Laporan triwulan pertama dari Kemenkes RI yang dipaparkan oleh , ditemukan 40ribuan kasus pertahun atau perharinya mencapai 110 kasus. Sebuah angka yang memprihatinkan yang menyadarkan saya bahwa kasus AIDS telah menjadi wabah global yang menghantui dunia.

Karena stigma masyarakat terhadap AIDS begitu negatif, hal ini terungkap pada sesi paparan yang disajikan oleh mbak Ayu Oktariani (http://www.sukamakancokelat.com/) yang menceritakan bahwa ada diskriminasi terhadap pengidap AIDS,  bahkan untuk berobat ke rumah sakit pun pengidap AIDS dibedakan oleh tenaga kesehatan. Perlakuan diskriminatif ini menjadi momok bagi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) sehingga mereka lebih banyak mengasingkan diri dari masyarakat. Padahal mereka membutuhkan support bagi kita semua untuk tetap bertahan. Hal ini diakibatkan oleh banyaknya informasi menyesatkan seputar HIV/AIDS, Katanya orang yang terkena HIV/AIDS itu karena pergaulan nya ‘nakal’ . hal ini sangat disesalkan oleh mbak Ayu. Yang jelas-jelas dia seorang ibu Rumah Tangga yang memiliki suami. Orang dengan HIV / AIDS juga bisa menikah, bahkan bisa memiliki keterunan asal ada kondisi medis yang terpenuhi, ujarnya.

Mbak Ayu kemudian memberikan pesan untuk orang yang baru mengetahui dirinya positif HIV untuk bisa menyadari dan memaafkan dirinya. Tidak lupa pula untuk mencari kelompok dukungan jika sulit menceritakannya kepada keluarga. Selain itu juga jangan lupa menjalani terapi ARV (Antiretroviral). Karena HIV/AIDS saat ini bisa digolongkan sebagai penyakit kronis artinya penyakit ini harus terus diterapi dan diperlakukan sama seperti penyakit diabetes yaitu harus bisa mengkontrol dan rutin dengan terapi ARV sepanjang hidupnya.
Ingat sampai sampai saat ini belum ada obat untuk virus ini, tetapi ada pengobatan terapi ARV untuk memperlambat perkembangannya. Orang terinfeksi akan hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Menurut Bapak  Indra Rizon, SKM M.Kes, Kepala hubungan media dan lembaga biro komunikasi & pelayanan masyarakat Kemenkes RI, Penyakit-penyakit yang ada sekarang banyak disebabkan oleh faktor prilaku yang disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik, merokok, minum-minuman beralkohol dan kurangnya konsumsi buah dan sayur.
Contoh kasus penyakit ini adalah stroke, diabetes melitus, kanker dsb.


Permasalahan kesehatan yang timbul saat ini sebenarnya bisa dicegah dengan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). GERMAS merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Dalam Kehidupan sehari-hari, GERMAS mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, agar mampu mengubah kebiasaan-kebiasaan atau perilaku tidak sehat. Adapun fokus GERMAS ditahun 2017 yaitu :

  1. Melakukan Aktifitas Fisik
  2. Konsumsi buah dan sayur
  3. Memeriksa kesehatan secara berkala

GERMAS ini bisa dilakukan oleh semua lapisan masyarakat. yaitu dengan mempraktekan pola hidup sehat sehari-hari seperti tidak merokok, senam sehat serta menjaga kebersamaan bersama keluarga. Melalui instansi atau organisasi masing-masing seperti yang dilakukan Kemenkes RI ini dengan mengadakaan workshop temu blogger kesehatan, Serta dengan menyediakan fasilitas olahraga/ kurikulum kesehatan sayur dan buah, fasilitas kesehatan, transportasi, Kawasan Tanpa Rokok, taman untuk beraktivitas, Iklan Layanan Masyarakat, car free day, dsb oleh Pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat.

Mencegah itu lebih baik mengobati, tentu saja hal itu juga dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah HIV/AIDS
sebelum kita bahas lebih jauh, kita mesti tahu bahwa HIV/AIDS itu tidak menular dengan kontak sosial seperti ngobrol, pemakaian kamar mandi, pemakaian pakaian. Tapi HIV / AIDS itu hanya menular jika terjadi :

1.Hubungan seks berganti-ganti pasangan

Biasanya dianjurkan menggunakan kondom. Tetapi tetap lebih aman hanya berhubungan seks dengan suami atau istri masing-masing, setelah sebelumnya cek kesehatan.

2. Transfusi Darah, Dalam hal ini bisa ketika sedang melakukan transfusi darah.

3. Jarum suntik, Misalnya jarum suntik bekas dipakai orang yang positif HIV.

4.  Diturunkan dari ibunya, Ibu hamil positif HIV biasanya menularkan kepada anaknya.

Walaupun HIV dapat ditemukan pada darah, air liur, air mata dan urin orang yang terinfeksi, namun bukan bearti pemakaian tusuk gigi seperti yang diungkap pada akhir acara bisa menularkan HIV/AIDS, hoax ini beredar pada restoran di Amerika yang menyebutkan bahwa ada orang yang terkena HIV /AIDS sengaja menggunakan tusuk gigi sampai melukai gusinya dan tusuk gigi itu dibersihkan dan diletakkan kembali ditempatnya. Ini adalah hoax!

HIV / AIDS dapat dicegah dengan

  1. Tidak melakukan hubungan seksual yang beresiko seperti ganti-ganti pasangan
  2. Tidak menggunakan narkoba
  3. Skrining organ donor dan darah tubuh
  4. Mengikuti program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak
  5. Menerapkan kewaspadan standar bagi petugas kesehatan

Tapi dari itu semua saya sangat setuju dengan pernyataan Bapak Indra Rizon, cara yang paling baik untuk mecegah HIV/AIDS adalah dengan meningkatkan iman dan taqwa kita.

Demikianlah tulisan saya ini sekedar mengingatkan untuk diri saya sendiri terutama, keluarga dan masyarakat untuk berani hidup sehat. #SayaBerani dan #SayaSehat. karena sehat itu dimulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang terkecil dan mulai dari sekarang

Inilah dia Blogger Palembang

Sharing is caring!

Saya Berani dan Saya Sehat melawan HIV / AIDS dengan GERMAS

2 gagasan untuk “Saya Berani dan Saya Sehat melawan HIV / AIDS dengan GERMAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *