Asian Games 2018, perhelatan pesta olahraga terbesar se Asia itu tentu menarik memori lama bagi orang yang telah menyaksikannya. Orang tua saya bercerita tentang bagaimana dia melihat Asian Games 1962, sejumlah suvenir dan cerita beliau ceritakan kepada saya, bahkan tiketnya pun masih ada.

Bahkan tiket Asian Games tahun 1962 pun masih disimpan

Sambil buka facebook muncullah status teman saya yang membutuhkan tenaga IT untuk Asian Games 2018, syaratnya mudah. Cuma butuh keahlian networking dan mengirimkan CV dan foto dengan latar putih. Wah kesempatan ini, langsung saya kirim ke email yang tertera. Beberapa minggu kemudian memang tidak ada kabar, lalu terdengarlah penerimaan besar-besaran bahkan 900 orang? Saya pun mencari tahu apa benar 900 orang, dan terdengar kabar tidak mengenakkan kalau itu hoax. Ya kecewa, tapi harus tetap optimis, semoga saja yang ini nggak.

Sebulan kemudian saya dikabari oleh si pembuat status, coba kamu langsung Whatsapp aja ke nomor ini. Saya pun langsung japri ke nomor yang disarankan, ternyata tidak berapa lama kemudian dibalas, dan disuruh kirim CV , foto saat itu juga. Ternyata besoknya saya langsung dihubungi dan diinterview pake Bahasa Inggris. Menggunakan Bahasa Inggris yang pas-pasan ini, alhamdulillah membuat saya diterima sebagai ICT-Communication Responsible. Saya waktu itu belum kebayang apa tugasnya. Dan besok hari langsung saya disuruh datang ke kantor untuk melengkapi berkas.

Pada waktu itu baru saya ada gambaran tentang pekerjaan saya, ICT (Information Communication Technology) Communication Responsible bertanggung jawab atas seluruh komunikasi internal di venue dan jika ada masalah bersama dengan VTM (Venue Technology Manager) akan melaporkannya kepada ITCC (Information Technology Command Center).

Secara umumnya saya cuma tukang lapor lah kalo ada masalah tentang penggunaaan IT yang bermasalah seperti printer, jaringan, laptop. Lalu saya lapori ke manajer saya, dan manajer saya itu meneruskannya ke pusat komando yang disebut ITCC.

Kunjungan ke venue

Hari pertama saya berkunjung ke venue, saya membawa laptop sebagai persiapan, kebetulan saya dapat venue shooting range yang indah, karena berhadapan langsung dengan Danau Jakabaring Rowing Lake. Sembari saya menunggu rekan saya yang lain, saya ditemani teman kuliah saya yang ikutan juga dan menjadi satu tim dengan saya, lalu kami sempatilah foto di danau itu.

Kunjungan perdana ke venue

Setelah bertemu dengan tim, dan briefing saya baru tahu bahwa setiap foto yang saya ambil mesti ada koordinat GPSnya sehingga bisa dilacak. Diinstallah aplikasi Open Camera di HP saya supaya ada koordinat GPS dan keterangannya. Pertama kali langsung saja saya fotoin ya barang-barang yang berhubung dengan IT saja, seperti switch, router, kabel LAN, sampai-sampai ke serial numbernya saya fotoin, dan kondisi sekitar. Dan sepertinya laptop yang saya bawa ini tidak terpakai, jadi saya ga bawa laptop lagi. Hari demi hari pun begitu, walau ga ada yang berubah ya tetap difotoin.

Harus ada Koordinat GPS di tiap foto

Briefing demi briefing dilakukan agar kami siap pada hari H. Grup Whatsapp pun dibuat antar rekan satu tim, rekan keseluruhan, rekan sepekerjaan. Jadi ada tiga grup besar untuk pekerjaan ini.

Karena kami berkomunikasi melalui Whatsapp melaporkan apa yang dilakukan melalui grup whatsapp maka setiap harinya pasti akan ada foto baru yang masuk ke HP. Foto tersebut harus ada koordinat GPS, waktu dan keterangannya. Foto ini memang sangat efektif jadi kita tahu informasi dan keadaan di venue tersebut.

Pada bulan Agustus, ternyata kami wajib absen melalui aplikasi berbasis web yang menyimpan koordinat GPS dan wajib selfie dengan QR Code. Dan itu ternyata susah banget. Berapa kali saya gagal absen, sampai-sampai meminjam HP teman. Beberapa cara saya coba untuk mengakalinya salah satunya mencetak QR Code seukuran A4, ya efektif sih, tapi tergantung tempat juga yang pencahayaannya terang langsung bisa absen, kalo ga ya ngulang lagi sampai bisa, karena absensi adalah faktor yang menentuin prestasi dan gaji, jadi mesti bisa absen, bagaimana pun caranya!

Absensi kayak gini itu wajib

Apa yang kami lakukan selama Asian Games ?

Tanggal 18 Agustus 2018 dimulailah perhelatan akbar tersebut, saya datang pagi-pagi sekali ke Jakabaring Sport City (JSC) untuk menunaikan tugas ini. Saya memang sebelumnya udah dapat info bahwa kendaraan tidak boleh masuk ke area JSC ini, ya akhirnya saya parkir di Lippo yang letaknya disebelah JSC, baru kemudian masuk. Karena datangnya subuh-subuh, Shuttle bus belom keliatan, belum ada yang operasi tapi saya masih menunggu, hingga ketemu rekan satu tim, daripada menunggu akhirnya kami jalan kaki dari depan gerbang ke venue Jakabaring Shooting range, yang jaraknya lumayan 1km lebihlah. Karena jalan bareng-bareng ya asyik-asyik aja, coba kalo jalan sendiri? Ga bisa dibayangkan!

Sampai di venue, kami  pada posisi masing-masing, barang barang dari gudang langsung dikeluarkan seperti laptop untuk akreditasi, laptop untuk media, info, cek kehadiran tim support seperti Tim Telkom, tim Tissot, dan saya bertugas mengecek  list kesiapan itu di aplikasi android saya, yaitu aplikasi Trello yang sebelumnya sudah ada template untuk cek listnya, dan mesti upload foto-foto kesiapan venue tersebut. Lalu setelah siap semua barulah saya yang melaporkan ITCC. Good morning call istilahnya. Bahwa venue JSC Shooting range ready.

Setelah good morning call, kami pun harus briefing mengenai kesiapan untuk kompetisi, dan kita harus mengecek lagi laptop RPDS yang dijaga volunteer, cek tinta printer, cek koneksi internet, cek public score board (PSCB), jadi nanyain tim Tissot, PSCB siap atau tidak. Cek sensor, nanyain tim sius sensornya ready ga.  Dan ke semua itu harus ada foto! Baru laporan lagi via WA  ke ITCC.

Cek Laptop
Pantau PSCB

Laporan ga sebatas itu,  laporan during competition cek, ya lampiri foto public score board, tinta printer, ketika pagi, siang dan sore. Barulah setelah kompetisi berakhir, tim kita bergerak lagi meletakkan laptop akreditasi kembali ke gudang, briefing tentang issue yang terjadi hari ini, fotoin lagi orang briefing, menyiapkan langkah-langkah buat besok. Dan laporan lagi ke ITCC, Goodbye Call.

Hari demi hari begitu tugasnya, mau makan susah, kami harus keluar, sedangkan kendaraan ga bisa masuk. Karena tugas saya sebagai seorang CR (Communication Responsible) saya mesti ada kontak no telepon orang-orang penting yang bisa dihubungi, contohnya Venue Manager, Competition Manager, Inasgoc, Tim Ssangyong, Tim Tissot, Tim Sius, Tim Telkom, Tim PLN, Volunteer, Dishub, Keamanan, Tim Catering,  termasuk lah rumah makan. Jadi pada saat istirahat, rekan-rekan tim saya memesan menu dan saya kadang yang menelponi rumah makan padang, pesen nasi bungkus, dianteri lah sampai pintu gerbang. Karena ada tim telkom yang baik hati membawa sepeda, jadi ada rekan saya yang yang menjemput makanan pake sepeda tersebut. Ketika makanan tiba kami makannya di pantai (sebut saja begitu). Harap maklum,  kami tidak dapat cateringan, walaupun dapat, kadang dapetnya nasi sisa. Daripada makan nasi yang lauknya setengah basi, enak makan nasi padang yang fresh.

Santai makan di pantai

Ternyata aturan kendaraan ga bisa masuk itu JSC cuma beberapa hari (sekitar 5 hari) berlaku, lalu bisa masuk lagi. Dan kami pun bisa bebas kemana saja.  Tinggal tunjukkin Id.  Kita bebas ke venue mana saja, di sebelah venue kami, venue volley pantai, kadang saya curi-curi kesempatan kesana. Apalagi kalo tim putri yang main,  lumayan menghilangkan kejenuhan, soalnya di shooting ini orangnya serius-serius amat. Fokus terus, tidak bisa teriak-teriak. Sekali nembak bikin jantungan karena suaranya menggelagar! Apalagi yang 300meter, mesti pake penutup telinga!

Tim Indonesia jarang lolos kualifikasi di cabang nembak ini, hingga suatu ketika dari nomor rapid fire ada tim Indonesia lolos kualifikasi, saya cari tahu dong yang mana orangnya. dan dia persis dihadapan saya waktu itu  sempetin selfie, teman saya juga sibuk sendiri, jadi saya dengan volunteer minta fotoin, sebelum dia bertanding.

Sebelum bertanding minta foto selfie dulu

Di final hall mulai rame orang-orang, begitu semangat para penonton sampai menyanyi, berjoged untuk mendukung atilit Indonesia ini yaitu Anang Yulianto, saya juga ga ketinggalan ambil HP untuk merekam aksinya. Andai saja hp saya bisa slow motion, saya bisa liat tuh bagaimana proses peluru mengenai target.  Atau paling tidak, Hp nya ada zoomnya jadi seperti bisa kayak teropong.  Tapi ya harap maklum hp saya belom secanggih itu.

Saat peluru ditembakkan penonton diam, karena sekali sesi 5 peluru beruntun yang harus kena sasaran,  Ketika sesi istirahat penonton makin panas, para supporter memberikan dukungan, menyanyikan lagu Via Vallen sambil bejoged, namun sayang walau supporter sudah bikin heboh final hall yang biasa nya hening itu, beliau gagal.

Esok harinya, saya tahu dari laptop info ada tim Indonesia lolos kualifikasi lagi tapi dari nomor Running Target. Nah nomor ini tempatnya agak terpencil dan agak tersembunyi, jadi penontonnya pun sedikit. Saya juga ada kesibukan saat itu, Cek list trello dan upload foto-foto. Tidak disangka beliau lolos memenangkan medali perak di ruangan itu. Saat sore harinya saya langsung ke final hall untuk melihat proses Medal Ceremony, M. Sejahtera Dwi Putra namanya terpampang jelas di Public Score Board (PSCB). Lalu saya ambil HP saya, fotoin dulu PSCB itu. Lalu menyaksikan pemasangan medali, dan karena saat itu yang juara pertama adalah Korea lagu kebangsaan Korea yang dinyanyikan. Setelah selesai, saya coba mendekat beliau namun saat itu banyak yang mewawancara beliau, baru setelah selesai saya beraniin diri untuk bisa foto. Eh, ada yang bawa bendera, volunteer ganti-gantian foto sama beliau dengan bendera Indonesia, saya juga minta fotoin volunteer. Cekrek, dapetlah foto kenang-kenangan ini. 1 kali coba foto ngblur, baru kedua kali dapet hasil yang jelas.

Foto Kebanggaan
Ini foto kebanggan

Jadi HP ini berjasa banget dalam untuk saya menjalankan tugas, saya harus bisa mengcapture momen-momen penting atau peralatan setiap harinya dan saya laporkan ke grup whatsapp, bisa dibayangkan kan kalau saya kehilangan momen tersebut, belum lagi memori HP saya yang terbatas ini membuat sesak karena ratusan foto masuk ke HP, jadi saya harus pindah-pindahin foto yang ga begitu penting ke laptop saya, kalo dibuang sayang. Karena momen Asian Games seperti itu ga bakalan ditemui puluhan tahun kemudian. Semakin banyak grup whatsapp aktif tentu membuat hp saya itu semakin lemot, jadi saya harus clear chat aja terus, Kadang juga kesal buka whatsapp loading nya lama amat. Dan terpaksa saya restart Hp ini.

Kadang juga tiduran
Kadang juga tiduran

Pekerjaan ini dibilang nyantai, iya, sibuk ga juga karena banyak waktu kosong, dimana saya dan teman saya hanya bisa bengong aja, nungguin kompetisi kerjaannya cuma cek dan pantau, jadi untuk membunuh waktu kami kadang maen game online, kadang juga tiduran.  Contohnya Mobile Legend, atau Ludo, namun saya sering ga ikutan, bukan karena ga bisa tapi karena HP saya lag dan lemot. Memori HP saya penuh, belom lagi saya juga mesti standby kalau-kalau ada yang menghubungi jika ada masalah. Uh sabar, rasanya pengen ganti Hp,  Namun, nanti sajalah, kalo dah gajian hehe. Tekad saya waktu itu , ketika Asian Games usai tanggal 2 September, saya bakalan ganti Hp dengan spek lebih powerful, kamera lebih terang, ada slow motion, lalu tampilannya kece. Saya sudah cek  beberapa situs hape dan spesifikasinya masing-masing, eh ada nih yang nyangkut dihati ya Huawei Honor 3i, pas banget di kantong pas di hati. Sesaat setelah saya browser spesifikasinya saya buka facebook ga taunya statusnya Deddy Huang di facebook ngadain Blog Competition, kebetulan sekali, jadi saya ikutan dan saya tuliskan curahan hati ini .

Smartphone Idaman 2018

Smartphone Impian 2018
Smartphone Impian 2018

Saya sebenernya ga suka ganti-ganti hp, saya akan pilih Hp sesuai kebutuhan,  Namun karena saya medapatkan pengalaman yang menuntut hp saya itu bekerja dengan baik,  saya menginginkan HP yang kriterianya :

Powerful

Handphone yang powerful, juara!

Powerfull disini artiannya spek prosessornya gahar, bisa diajak multitasking, diajak main game ayo, diajak browser lewat lalu dipake untuk kerja nyantai-nyantai aja.  HUAWEI nova 3i dalemannya adalah  chipset Kirin 710 berteknologi 12 nm. Belum lagi fitur Artificial Inteligent nya (AI) yang besinergi teknologi GBU Turbo membuat HP ini mulus, tidak ngelag saat main game   serta mode uninterrupted gaming yang menghilangkan notifikasi saat bermain game. RAM yang 4GB sangat nyaman sekali untuk diajak multitasking, ya tahu sendirilah pekerjaan saya, whatsapp, trello, camera juga office itu bisa dipake dalam waktu bersamaan. Dengan kapasitas RAM yang besar pastinya nyaman berpindah antar aplikasi

Yang ada sentuhan magisnya

Lihat warnanya dan anda akan tergoda karenanya
Lihat warnanya dan anda akan tergoda karenanya

Maksudnya begitu saya ngeluari Hp ini, orang langsung menatap, dan berbisik wow Hpnya keren sekali. Sebenernya ya saya ga begitu fashionable. Tapi lewat hp ini saya merasa jadi fashionable. Huawei 3i, dilengkapi dengan pilihan warna Black dan Iris Purple, selain itu corak warna nya itu keren. Apalagi yang Iris purple gradasinya terlihat jelas memukau jadinya. Tambah kece pakenya. Dengan layar 6.3 inchi layar Full HD plus (2340 x 1080) pas banget dikantong dan layarnya itu jernih sekali sodara2.

Storagenya gede

Storagenya Gede
Storagenya gede

Supaya ga pindah-pindahin foto terus ke laptop! jadi kalo ada foto yang penting tinggal share aja ke grup. Lalu bisa mencari foto dengan mudah. Saya sudah merasakan gimana ribetnya pindah-pindahin foto dan video itu setiap hari, Huawei Honor 3i ini storeragenya 128 GB, Jadi ga perlu pindah-pindahin lagi kan fotonya.  Dan yang penting bisa dicari dengan mudah, Huawei Honor 3i ini dilengkapi dengan AI  yang bisa mengurutkan gambar-gambar sesuai dengan lokasi, tanggal, tempat, bahkan objek.  Jadi ga perlu capek-capek scroll dari atas ke bawah. Karena saya sempat mengalami nih dimana ketua tim saya perlu gambar Router, tampak depan, tampak dengan rak dan lokasi raknya, saat itu juga jadi saya scroll atas kebawah bolak balik, baru ketemu. Dengan AI ini hal-hal itu bisa diminimalisir. Dan mempercepat pekerjaan kita.

Kamera yang diperkuat AI

Selfie semakin keren dengan AI
Selfie semakin keren dengan AI

Saya pengen tuh Hp dengan efek-efek bokeh yang kekinian, Huawei  Nova 3i ini ada empat kamera AI 24 MP + 2 MP di bagian depan dan 16 MP + 2 MP di belakang,  hasil foto pasti bakal mengesankan dengan kejernihan yang tinggi dan efek bokeh. Dua kamera depan itu untuk selfie, pasti nendang banget karena ada algoritma canggih yaitu teknologi AI Scenery Recognition yang kuat, yang dapat menyusaikan dengan lingkungan agar sesuai dengan kecantikan sejati Anda pada waktu selfie.  Jadi istilah gampangnya nih kita ga perlu edit-edit foto dengan aplikasi, agar foto kita terlihat ganteng atau terlihat cantik. Biarkan AI yang bekerja dan ta da, sekali jepret pancaran keindahan wajah kita akan terlihat. Dan langsung bisa di upload di sosial media.

Bukan hanya selfi-selfi yang jago, hp ini juga mampu  mengingat lokasi, waktu, objek AI HUAWEI nova 3i ini diklaim mampu mengingat 22 kategori dari 500 lebih momen.

Satu lagi nih ternyata ada fitur slow motion nya dengan mode 16x super slow motion saya bisa nih menciptakan efek-efek ala the matrix 😀 saat waktu peluru ditembakkan, atau ketika ada momen tertentu setiap gerakan yang terekam terlihat lebih ciamik dengan kecepatan 480 frame perdetik

Saya menginginkan Huawei Honor 3i

Lalu ketika hal itu semuanya terpenuhi, saya pun mulai lirik harganya, berapa ya kira-kira? Ternyata harganya bekisar 4 jutaan. Jika kalian juga mengingkannya beli sekarang  dan bisa dapetin HP ini.

Bisa dibeli di

lazada

atau di

erafone

#HuaweiNova3i_ID #ChooseTheBest

Huawei Nova 3i Blog Competition by Koh Huang

Sharing is caring!

Kisah Handphone Ketika Asian Games 2018 dan Smartphone Idaman 2018
Ditag pada:    

2 gagasan untuk “Kisah Handphone Ketika Asian Games 2018 dan Smartphone Idaman 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *